Hari ini: Tahanan Teroris asal Kota Bima di LP Gunung Sidur, Meninggal Dunia Karena Sakit di RSUD Tangsel, Selasa Lalu

Hari ini: Tahanan Teroris asal Kota Bima di LP Gunung Sidur, Meninggal Dunia Karena Sakit di RSUD Tangsel, Selasa Lalu - Apa Kabar Hari Ini? Apa Kabar Hari Ini, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Hari ini: Tahanan Teroris asal Kota Bima di LP Gunung Sidur, Meninggal Dunia Karena Sakit di RSUD Tangsel, Selasa Lalu, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Berita & Hiburan, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Hari ini: Tahanan Teroris asal Kota Bima di LP Gunung Sidur, Meninggal Dunia Karena Sakit di RSUD Tangsel, Selasa Lalu
link : Hari ini: Tahanan Teroris asal Kota Bima di LP Gunung Sidur, Meninggal Dunia Karena Sakit di RSUD Tangsel, Selasa Lalu

akhi-media.blogspot.co.id - Mari berbicara untuk beropini tentang Tahanan Teroris asal Kota Bima di LP Gunung Sidur, Meninggal Dunia Karena Sakit di RSUD Tangsel, Selasa Lalu

Ilustrasi pemulangan tahanan yang meninggal dunia di Lembaga Pemasyarakatn. GOOGLE/Image
JAKARTA - Seorang aparat negara yang enggan menuangkan namanya di media melalui pesan WhatsApp-nya. Jum'at, 20 Juli 2018 kemarin mengungkapkan bahwa seorang tahanan kasus Tindak Pidana Terorisme yang ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, yang berasal dari Kota Bima atas nama Yaser Bin M. Thamrin meninggal dunia di RSUD Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa, 17 Juli 2018 lalu sekitar pukul 19:45 WIB.

Ia menjelaskan, Tahanan Yaser, awal diketahui sakitnya tepat di tanggal 26 Juni 2018, Tahanan ini mengeluh dan mengalami muntah-muntah. Tahanan mengaku saat itu, kalau perutnya  terasa panas dan lemas. Dan oleh tim medis yang terdiri dari dua orang perawat langsung mengambil tindakan berupa pemberian obat saat itu. 

"Selanjutnya, di tanggal 04 Juli 2018 pada pagi harinya atau sekitar pukul 10.39 WIB, Tahanan tersebut mengeluh kram di bagian perut dan mengalami muntah-muntah kembali. Oleh petugas medis yang melakukan tensi daranya diketahui angka tensinya 90/60. Dan oleh perawat kembali diberi obat dan selanjutnya Yaser diet dengan memakan bubur," ungkap dia, Kamis , 19 Juli 2018.

Kata dia, pada tanggal 11 Juli 2018, Tahanan tersebut ekembali mengeluh rasa melilit di bagian perutnya. Nafsu makan Yaser pun berkurang dan masih mengalami muntah-muntah. Tahanan pun diberikan therapy obat dan lanjut diet dengan mengkonsumsi bubur sehari-harinya. 

Diterangkannya, pada hari Minggu, 15 Juli 2018, sekitar pukul 00:30 WIB, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) yang mengontrol ruang CCTV melihat kondisi blok hunian dan lingkungan yang tampak di monitor CCTV bahwa penghuni kamar C2.6.1 terlihat tidak ada aktivitas sama sekali sejak beberapa jam sebelumnya. Lanjut Sumber, saat itu Kepala KPR meminta petugas atau anggotanya untuk memperbesar tampilan (zoom) agar terlihat kondisi Yaser dan aktivitas yang dilakukannya. 

"Karena tak bergerak. Kepala KPR memerintahkan Karupam dan jajaranya menuju kamar tesebut untuk memastikan kondisinya. Hasil pemeriksaan Karupam bahwa tahanan terlihat lemas. Kemudian Kepala KPR memerintahkan untuk dipindahkan ke Poliklinik agar diberikan tindakan medis. Dan sekitar 15 menit kemudian perawat yang tiba di Rutan langsung memeriksa kondisi tahanan," bebernya. 

Dijelaskannya bahwa dari hasil pemeriksaan perawat keadaan tahanan kondisi tensinya tidak teraba. Sementara angka GDS 112 dan oleh Kepala KPR meminta ijin Karutan untuk segera di bawa ke RSUD Tangsel. 

"Atas ijin Karutan, tahanan tersebut dibawa ke RSUD dengan pengawalan dua  orang brimob dan duaorang anggota Polsek Gunung Sindur. Kejadian tersebut sekitar pukul 01.00 WIB. Saat tiba di IGD RSUD, tahanan langsung ditangani oleh dokter dan diberi tindakan medis berupa epemebrian oksigen (o2) dan infus RL. Setela 30 menit kemudian, tahanan tersebut dinyatakan oleh dokter kondisinya sudah cukup membaik dengan tensi 120/ 70 dan angka GDS ulang 137," sebut dia menjelaskan keadaan tahanan saat itu. 

Ia melanjutkan, atas ijin dokter di RSUD Tangsel, tahanan dibawa kembali ke Rutan untuk rawat inap di Poliklinik Rutan dan diberikan therapy lanjutan infus dex 5% 20 tetes/menit. Oleh Kepala Rutan, pada hari Senin, 16 Juli 2018 membuat surat pemberitahuan yang ditujukan kepada Direktorat Tindak Pidana Terorisme dan Lintas Negara. surat ke Kejaksaan Agung RI tembusan Dirjenpas cq Dirkeswat Kakanwil cq Kadivpas dan juga surat ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur perihal keterangan sakit tahanan teroris atas nama Yaser Bin Thamrin .

"Di tengah upaya yang telah dilakukan. Di hari Selasa, 17 Juli 2018 sekitar pukul 09:05 WIB, perawat yang melakukan pemeriksaan, kondisi tubuh Yaser suhunya diangka 37,8 °, nilai tensi 90/ 60, Oleh perawat sempat juga dilakukan pemeriksaan cek darah lengkap di laboratorium Puskesmas Gunung Sindur. Dan sekitar pukul 12:30 WIB, setelah melihat hasil lab dari kondis Yaser, dokter menyarankan agar Yaser dirawat di RSUD Tangsel," terangnya. 

Saran dari Dokter ini, sambung Sumber, pihak Kepala Rutan melalui Kasubsi Pelayanan menginfokan kondisi ini ke pihak penyidik (Densus 88) dan pihak Kejaksaan agung agar tahanan di bawa ke RSUD Tangsel. Dan sekitar pukul 15:30 WIB, perawat yang memeriksa kondisi tahanan yang sudah sadar itu, memberikan makan dan minum, 

"Namun, sekitar pukul 18.30 WIB, perawat yang memeriksa kembali keadaan tahanan, terlihat dalam keadaan pucat serta napasnya terlihat pendek dan kondisinya dalam keadaan tidak sadar. Sekitar pukul 18:45 WIB, atas ijin Kepala Rutan, tahanan dibawa langsung ke RSUD Tangsel dengan pengawalan Kepala KPR dan tiga orang staff serta dua orang anggota dari Polsek Gunung Sindur," terangnnya.

"Setiba tahanan sekitar pukul 19.00 WIB di ruang IGD RSUD Tangsel, dalam penanganan tenaga medis dan dokter saat itu, sekitar pukul 19:45 WIB, tahanan dinyatakan meninggal dunia," tambag Sumber yang menguraikan kronologis kematian Yaser pada hari Selasa, 17 Juli 2018 lalu itu.


Di sisi yang lain, pihak aparat keamanan di Kota Bima melalui Komandan Kodim (Dandim) 1608/Bima, Letkol Inf. Bambang Kurnia Eka Putra mengungkapkan, tahanan yang meninggal dan bernama Yaser Bin M. Thamrin status hukumya telah divonis oleh pengadilan. Tahanan ini merupakan pelaku teroris yang melakukan penembakan terhadap anggota polisi di Kota Bima, beberapa waktu yang lalu. 


Dandim mengatakan, setelah keributan di Rutan Mako Brimob, Depok, Jabar, almarhum dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Bogor. Dan jenazah almarhum sudah diterbangkan dari Jakarta dan akan sampai di Bandara Muhammad Sultan Salahudin Bima dengan maskapai penerbangan Nam Air pada pagi hari ini, Jum'at, 20 Juli 2018.

"Jenazah Yaser akan mendarat pada hari ini dengan maskapai Nam Air. Rencananya, setelah dikordinasikan dengan pihak keluarga almarhum, proses pemakaman Yaser akan dilakukan di Kecamatan Asakota pada ba'da Jum'at atau siang hari nanti," tutup Dandim melalui pesan elektroniknya, pagi ini. (RED)


Demikianlah Artikel Hari ini: Tahanan Teroris asal Kota Bima di LP Gunung Sidur, Meninggal Dunia Karena Sakit di RSUD Tangsel, Selasa Lalu

Sekianlah artikel Hari ini: Tahanan Teroris asal Kota Bima di LP Gunung Sidur, Meninggal Dunia Karena Sakit di RSUD Tangsel, Selasa Lalu kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Hari ini: Tahanan Teroris asal Kota Bima di LP Gunung Sidur, Meninggal Dunia Karena Sakit di RSUD Tangsel, Selasa Lalu dengan alamat link https://akhi-media.blogspot.com/2018/07/hari-ini-tahanan-teroris-asal-kota-bima.html

Subscribe to receive free email updates: