Hari ini: Aktivis Tuding Bantuan Benih Jagung "Penipuan" Pada Petani

Hari ini: Aktivis Tuding Bantuan Benih Jagung "Penipuan" Pada Petani - Apa Kabar Hari Ini? Apa Kabar Hari Ini, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Hari ini: Aktivis Tuding Bantuan Benih Jagung "Penipuan" Pada Petani, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Berita & Hiburan, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Hari ini: Aktivis Tuding Bantuan Benih Jagung "Penipuan" Pada Petani
link : Hari ini: Aktivis Tuding Bantuan Benih Jagung "Penipuan" Pada Petani

akhi-media.blogspot.co.id - Mari berbicara untuk beropini tentang Aktivis Tuding Bantuan Benih Jagung "Penipuan" Pada Petani

Para Aktivis saat memprotes bantuan bibit atau benih jagung yang rusak dengan label Hibrida Bima 20 Uridi kantor Distanbun Kabupaten Bima, Kamis (9/11/20107). GOOGLE/www.incinews.com
KABUPATEN BIMA - Aktivis LSM LPPNRI (Lembaga Pemantau Penyelengara Negara Rebuplik Indonesia), Usman alias Somad mengungkapkan bahwa bantuan bibit atau benih jagung yang rusak dengan label Hibrida Bima 20 Uri  adalah bentuk bobroknya pelayanan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bima.


Kata Somad, kejadian ini merupakan bukti bahwa dugaan adanya kepentingan petinggi dinas atau kelompok pejabat dalam bantuan atau program mensejahterakan petani di Kabupaten Bima selalu menyelip atas nama bantuan bagi para petani.

Menurutnya, di tahun 2017 ini,  bantuan yung dianggarkan dari uang rakyat itu, bibit yang tak layak tanam setelah ditelusuri diestimasikan sekitar 1 ton. Dan bantuan 1 ton ini adalah bentuk penipuan yang nyata yang dilakukan oleh pemerintah kepada rakyatnya.

"Bibit jagung label Hibrida Bima 201 Uri merupakan bibit produk gagal yang diadakan oleh pemerintah dan dianggarkan melalui uang rakyat yang tertuang di APBD, Dan kalau barang rusak yang diberikan apa bukan penipuan itu namanya," sorot Aktivis yang tergabung di Aliansi Peduli Bima saat bertandang ke Distanbun Kabupaten Bima, Kamis (9/11/2017).

Bantuan bibit atau benih jagung yang rusak dengan label Hibrida Bima 20 Uri. METROMINI/Dok
Somad menjelasakan, tidak hanya tahun ini petani jagung meradang dibuat oleh Distanbun Kabupaten Bima. Tahun 2016 lalu pun kejadian yang seperti ini juga terjadi. Dan kondisi ini tak jauh dari tangung jawab Kabid Tanaman Pangan dan Kadistanbun Kabupaten Bima.

"Kedua pejabat itu adalah oknum yang harus bertanggung jawab dari masalah ini," tegas dia.

Tambah dia, dalam dugaan yang menjadi masalah di Distanbun iuni bukan hanya bibit jagung yang jelas benih yang diberikan rusak dan berjamur. Pada bantuan bibit kadelai dan juga bibit bawang beberapa tahun lalu mendapat masalah yang sama. 

"Mengadakan bibit/benih yang rusak tentu kuat dugaan penyimpangan yang terjadi karena kualitas bibit rusak dan uang negara dibelanjakan secara sia-sia," tandas dia.

Informasi yang dihimpun, saat para aktivis mengkonfirmasi masalah ini, Kamis (9/11/2017) siang, sempat terjadi adu mulut antara Somad dan salah seorang pegawai di Bidang Tanaman pangan. Terlihat pula bibit jagung Jenis Hibrida Bima 20 Uri yang berwarna merah tersebut berserakan di lantai dan kondisi bibit pun tercium busuk yang sangat menyengat. Percekcokan pun dilerai oleh anggota TNI asal kantor Kodim 1608 Bima yang kebetulan ada di kantor Distanbun Kabupaten Bima. 

Masih menurut Somad, dalam hal pengaadan bibit jagung ini pihak Pemerintah Kabupaten Bima memang telah memutus kerjasama dengan PT. Bima Urin. Namun, pemutusan kerjasama tidak menghilangkan adanya kerugian atas pengadaan  bibit jagung ini.

"Harusnya saat pihak ketiga atau penyedia memberikan bibit hasil proyek. Pihak Dinas mengecek kualitas barang yang diadakan oleh PT. Bima Urin. Putus kerjasama itu baik. Tapi, kerugian negara dalam pengadaan ini juga harus dipertanggungjawabkan oleh pihak dinas," pungkas dia.

Ini Kata Pihak Distanbun Kabupaten Bima

Bantuan bibit atau benih jagung Hibrida Bima 20 Uri yang rusak dan berserakan di kantor Distanbun Kabupaten Bima, Kamis (9/11/20107). GOOGLE/www.incinews.com
Sudah diberitakan sebelumnya, Pihak Distanbun Kabupaten Bima, melalui Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan, Mansur, SP mengaku asal bantuan bibit jagung yang berikan kepada para petani merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov).

Menurutnya, dengan adanya keluhan dan masalah yang disampaikan pihak petani, pihaknya akan mengembalikan bibit jagung ini kepada pemberi bantuan. Dan untuk bibit jagung yang rusak akan diberikan ganti kepada para petani yang menerima bibit bantuan benih jagung berlabel 20 Uri ini.

“Bibit ini nanti dikembalikan kepada poember dab untuk bibit jagung yang rusak nanti akan segera di ganti dengan benih yang baik. Tentunya, benih pengganti yang aman dan bisa tumbuh saat ditanam," terang Mansur via pesan WhatsApp miliknya, Rabu (8/11/2017).

Kata dia, bibit jagung yang rusak terebut, pihaknya sudah menerbitkan instruksi kepada seluruh UPTD yang tersebar di wilayah Kabupaten Bima untuk menarik kembali benih jagung yang bermasalah ini.

"Saya sendiri sudah menyampaikan kepada Kepala UPTD se Kabupaten Bima agar segera diratik kembali kepada masyarakat dan dikumpulkan benih jagung yang tusak tersebut. Nanti, benih ini akan dikembalikan kepada pihak ketiga yang mengadakan bibit jagung yang bermasalah dan rusak," paparnya.

Dia mengaku, untuk masalah ini, pihaknya sudah melaporkan ke KPA (Kuasa Penggguna Anggaran) dan PPKN yang ada di Dinas Pertanian Provinsi. (RED)


Demikianlah Artikel Hari ini: Aktivis Tuding Bantuan Benih Jagung "Penipuan" Pada Petani

Sekianlah artikel Hari ini: Aktivis Tuding Bantuan Benih Jagung "Penipuan" Pada Petani kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Hari ini: Aktivis Tuding Bantuan Benih Jagung "Penipuan" Pada Petani dengan alamat link https://akhi-media.blogspot.com/2017/11/hari-ini-aktivis-tuding-bantuan-benih.html

Subscribe to receive free email updates: